RBM Banyumas Luncurkan Pemberdayaan 2.0

Peluncuran Program Pemberdayaan 2.0 oleh RBM Banyumas

Peluncuran Program Pemberdayaan 2.0 oleh RBM Banyumas

Awal 2013, Ruang Belajar Masyarakat (RBM) Banyumas meluncurkan program Pemberdayaan 2.0 di Desa Melung, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas. Program Pemberdayaan 2.0 merupakan inisiatif RBM Banyumas dalam mendorong pemberdayaan masyarakat, terutama di wilayah perdesaan, melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Peluncuran Pemberdayaan 2.0 ditandai dengan lokakarya pemanfaatan TIK oleh pegiat Program Nasional Pemberdayaan Mandiri (PNPM) Perdesaan selama dua hari. Lokakarya berlangsung pada 7-8 Januari 2012 di Ruang Serbaguna Desa Melung. Acara ini diikuti oleh 63 peserta utusan dari Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) dan Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) di 21 kecamatan. Lewat pemberdayaan 2.0, RBM Banyumas berharap banyak potensi dan informasi di wilayah Banyumas bisa tersebarluas di publik.

RBM Majalengka dan RBM Banyumas dalam Pemberdayaan 2.0

Koordinator RBM Majalengka mengenakan baju Relawan TIK pada Koordinator RBM Banyumas dalam Pemberdayaan 2.0

Koordinator RBM Banyumas, Mahfud, mengatakan lokakarya pemanfaatan TIK menandai babak baru dari strategi optimalisasi kerja pemberdayaan masyarakat. Harapan masyarakat atas kerja PNPM Perdesaan sangat tinggi sehingga RBM Banyumas mengambil terobosan dengan menggunakan internet sebagai media pendukung kerja.

“Pada lokakarya ini ada 21 kecamatan yang dilibatkan. Setiap kecamatan hanya diwakili 3 orang yang terdiri dari 2 perwakilan UPK dan 1 orang perwakilan dari BKAD. Saya senang program ini disambut antusias oleh peserta sehingga kegiatan serupa bisa dilakukan secara rutin,” jelas Mahfud.

Selama kegiatan, peserta tinggal di rumah-rumah warga sehingga mampu berinteraksi dengan masyarakat desa. RBM Banyumas menggandeng RBM Majalengka dan Gerakan Desa Membangun dalam merancang perumusan program Pemberdayaan 2.0.

“RBM Banyumas terus mendorong terbangunnya komunikasi pelaksana program PNPM dan warga desa. Sekarang kita mendorong program PNPM Perdesaan untuk fokus pada pengembangan potensi desa. Banyak potensi desa yang belum mampu didayagunakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” lanjutnya.

sutardjo koord rbm majalengka

Sutardjo, Koordinator RBM Majalengka berbagi tentang pemanfaatan mural, media cetak, radio komunitas, dan internet. Baginya, banyak cara kreatif yang ditempuh untuk mendorong kerja-kerja pemberdayaan masyarakat. Pemanfaatan media mampu mendorong potensi warga di Majalengka makin baik, bahkan diakui secara internasional.

Selama kegiatan peserta membahas strategi menyerap aspirasi dan pelibatan warga melalui media. Ada menulis berita, mengunggah tulisan ke internet, menggunakan website, dan komunikasi melalui sosial media. Lokakarya didukung oleh narasumber dari Infest Yogyakarta, Blogger Banyumas, Blankon Banyumas, dan Gerakan Desa Membangun wilayah Banyumas. (BM)

One Comment

  1. sutardjo mengatakan:

    semakin mantap, semoga terus mengembangkan pembelajaran untuk membangun kesadaran kritis masyarakat

Tinggalkan sebuah Komentar

*