Pelaksanaan Kegiatan PNPM MP di Kec. Kebasen Sudah Dimulai

Pelaksanaan kegiatan PNPM MP di Kecamatan Kebasen sudah dimulai. Setelah melalui proses perencanaan yang panjang, dengan lelang material sebagai tahapan terakhir, maka pencairan mulai dilakukan per 11 Juni 2013 kemarin.

Kegiatan SPP menjadi pilihan pertama sesuai kesepakatan dalam rakor TPK. Dengan pertimbangan mayoritas bahwa ibu-ibu calon pemanfaat sudah berkali-kali menanyakan perihal pencairannya. Maklum saja, sejak Tim Verifikasi Program turun melakukan verifikasi ke masing-masing kelompok, hingga sekarang sudah lebih dari 6 (enam) bulan.

Ketua TPK Desa Bangsa menyerahkan dana SPP

Ketua TPK Desa Bangsa menyerahkan dana SPP

Pembagian Tim dilakukan untuk mempermudah jalannya pencairan. Masing-masing tim berkunjung ke 2 (dua) desa, sehingga diharapkan dalam 3 (tiga) hari pencairan dana SPP ini bisa selesai. Dan langsung memberikan pinjaman ke para anggota kelompok.
Sedikit berbeda dengan tahun 2012 yang lalu. Dimana pihak UPK hanya menerimakan kepada TPK, dan TPK yang meneruskan ke kelompok. Sekarang, Pemdes, TPK, KPMD, dan tokoh masyarakat hanya menjadi saksi.

Menurut Surat Penetapan Camat (SPC) bernomor 450/233/2013 tertanggal 11 Maret 2013, dana yang di terima oleh masyarakat sebanyak Rp 1.350.000.000,- (satu milyar tiga ratus lima puluh juta) didistribusikan ke masing-masing masyarakat pemanfaat dengan rincian bahwa 2% alokasi dana akan diberikan ke UPK, dan 3% dana akan diberikan kepada TPK, sebagai biaya operasional.

Pengarahan dari FK dan PL UPK

Pengarahan ke anggota kelompok oleh FK & PL UPK

Sedangkan 95% dana akan diberikan kepada desa-desa penerima sesuai pada angka-angka yang tertera dalam SPC tersebut.

Besaran dana BLM akan di bagi menjadi 3 (tiga) kegiatan yakni fisik sebanyak Rp 908.056.000,- (sembilan ratus juta lima puluh enam ribu rupih), kegiatan SPP sebanyak Rp 273.000.000,- (dua ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah), dan PKH (Peningkatan Kualitas Hidup)  berupa pelatihan-pelatihan sebanyak Rp 101.444.000,- (seratus satu juta empat ratus empat puluh empat ribu rupiah) yang  tersebar di 11 (sebelas) desa pemanfaat BLM tersebut.

Sedang besaran dana operasional yang akan dipergunakan untuk membiayai jalannya kegiatan, yakni 2% untuk UPK sebesar Rp 27.000.000,- (dua puluh tujuh juta rupiah). dan 3% untuk TPK sebesar Rp 40.500.000,- (empat puluh juta lima ratus ribu rupiah),

Sebenarnya, di kecamatan Kebasen terdiri dari 12 desa. Akan tetapi salah satu desa tidak bisa diikutsertakan dalam kegiatan PNPM MP tahun 2013 ini. Dikarenakan desa tersebut terkena sanksi lokal, dan tidak bisa diikutsertakan. Sanksi lokal yang diberikan kepada desa tersebut, karena ada salah satu kelompok yang macet kegiatan SPP nya. Dimana kemacetan itu sudah beberapa kali dilakukan upaya musyawarah, akan tetap hasilnya tetap nihil.

Setelah pencairan SPP ini, diharapkan TPK segera mengajukan LPD (Laporan Penggunaan Dana), dan menyerahkan RPD (Rencana Penggunaan Dana) untuk kegiatan lainnya.

Tinggalkan sebuah Komentar

*